Pendidikan dan Maksud Tujuannya dalam Realita (Peradaban)

Pendidikan dan Maksud Tujuannya dalam Realita

(Peradaban)

 

Tugas Ini Disusun Guna Memenuhi

Sebagian Tugas Dari Mata Kuliyah Pengantar Pendidikan

Dosen Pengampu : Subiyanto, M.pd

 

 

Disusun Oleh :

Bachtiar Luthfi        (1511500005) PBSID-Ia

.

UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL

( U P S   TEGAL)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ( FIKIP )

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH

 

 

 

 

Pendidikan dan Maksud Tujuannya dalam Realita

 

I. PENDAHULUAN

Secara langsung ataupun langsung, manusia hidup dengan pendidikan. Dalam memahami diri sendiri, masyarakat, lingkungan ataupun yang lainnya. Pendidikan bukan berarti sekolah. Tetapi, pendidikan adalah sebuah proses yang di sengaja oleh manusia agar dapat menjadi lebih baik.

Dalam dinia ini, hanya ada satu yang bisa mendidik dan dididik, yaitu manusia. Hewan atau binatang, bisa melakukan suatu hal, itu karena insting. Bukan karena akal fikiran. Karena akal fikiran hanya manusialah yang memilikinya.

Oleh karena itu, kita, manusia sebagai mahluk ciptaan tuhan hendaknya bersyukut kepada sang pencipta dengan cara memanfaatkan apa yang telah diberikan kepada kita. Yaitu memanfaatkan akal fikiran dan apa yang sudah disediakan kapada kita dari sang pencipta dengan sebaik-baiknya.

Dilain sisi guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan, berangkat dari perlunya mendiskusikan hal ini, maka saya menyusun makalah ini.

II. RUMUSAN MASALAH

A. Pengertian Pendidikan

B. Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan

  1. Pendidkan dan Pembangunan
  2. Tokoh-tokoh Perintis Peradaban dan Pembangunan

III. PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan

Kata pendidikan berasal dari bahasa yunani. Yaitu Paedagigie yang artinya pergaulan dengan anak-anak. Pedagogor yaitu pelayan atau bujang (orang) yang bekerja sebagai pengantar dan penjemput anak ke dan dari sekolah, dan setelah dirumah, menjaga dan mengawasi anak tersebut. Selain kata tersebut, ada juga kata-kata lain yang masih berhubungan dengan hakikat pendidikan. Seperti : Pedagogos, terdiri dari dua suku kata. Yaitu : paedos (anak) dan agoge (saya membimbing atau memimpin). Paodagog, yaitu orang yan ahli dalam memdidik. Paedagogik, yaitu ilmu pendidikan. Karena berhubangan dan bersifat teori.

Dalam agama, pendidikan juga mendapat perlakuan yang baik. Masing-masing agama mampunyai semboyan atau tanggapan sendiri tentang pendidikan. Diantaranya : carilah ilmu meski sampai ke negeri china. Manuntut ilmu, dari lahir sampai liang lahat (islam). Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, agar pada masa tua ia tetap pada jalan itu (katolik). Persembahan ilmu pengetahuan lebih mulia dari pada persembahan materi (hindu). Pendidikan membuat manusia tidak lengah. Ia menerangi dunia bagai bulan yang bebas dari tutupan awan(budha). Pendidikan akan menyegarkan jiwamu, kebijaksanaan akan memeliara engkau, kepandaian akan menjaga engkau (protestan). Belajar dan selalu dilatih, tidaklah itu menyenangkan?. Ada pendidkan tidak ada perbedaan.[1]

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan yaitu proses cara, perbuatan mendidik, proses pengubahan sikapndan oerilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatian.[2]

2. Menurut Ki Hadjar Dewantara dalam taman sisiwa yang pertama pada tahun 1930. Pendidikan pada umumnya bmengandung arti daya upaya untuk memajukan pertumbuha budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek) dan tubuh anak.[3]

3. Menurut Crow dan Crow, pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi.[4]

B. Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan

Menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab VI, ada 10 istilah pendidikan, yaitu :

  1. Pendidikan Formal.

Yaitu merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah. Pedidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas. Yaitu pendidikan dasar, pendidikan menegah dan endidikan tinggi.

2.   Pendidikan Non Formal

Yaitu merupakan pendidikan yang dilaksanakan diluar sekolah atau rumah yang meliputi pendidikan dasar dan lanjutan. Pendidikan dasar melipti pendidikan keaksaraan, funsional dan lanjut. Pendidikan pada anak sebelum usia sekolah disebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Pendidikan Lanjut Usia. Seperti Pemberantasan Buta Aksara (PBA), program Kejar Paket (kejar paket A, kejar paket B dan kejar paket C), kursus, pendidikan vokasi, kaitan ketrampilan lain, baik dilaksanakan terorganisir atau tidak.

3.      Pendidikan Informal

Yaitu merupakan pendidikan yang ada didalam lingkunag keluarga, dengan bentuk kegiatan belajar seara mandiri tanpa erencanaan maupun menggunakan rencana seadanya.

4.   Pendidikan Umum

Yaitu merupakan pendidikan dasar dan menengah yang lebih mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oeh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Bentuk pendidikan ini meliputi : SD, SMP, SMA.

5.   Pendidikan Kejuruan

Yaitu merupakan pendidkan menengah yang memepersiapkan peserta didik, terutama untuk berkerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidian yaitu : SMK, masuk dalam jalur pendidikan formal.

6.   Pendidikan Akademik

Yaitu merupakan pendidikan perguruan tinggi Program sarana dan Pasca Sarjana (Magister atau DR), yang diarahkan utamanya untuk penguasaa disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

7.   Pendidikan Provesi

Yaitu merupakan pendidikan perguruan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan eserta didik untuk menekuni sebuah profesi atau menjadi proesional. Sedangkan yang dibawah atau setara dengan program sebelum sarjana disebut program Diploma. Dari Diploma I (satu) sampai IV (empat).

8.   Pendidikan Vokasi

Yaiu merupakan pendidikan perguruan tinggi yan mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan ertentu. Maksimal dalam jenjang program pendidikan D IV.

9.   Pendidikan Agama

Yaitu merupakan pendidikan dasar menengah, dan perguruan tinggi yang mempersiapkan peserta didik agar dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama atau menjadi ahli ilmu agama.

10. Pendidikan Khusus

Yaitu merupakan pendidikan yang diselenggarakan untuk peserta didik yang memiliki kelainan. Baik kelainan yang bersifat positif (lebih) atau Negatif (kurang) yang diselenggarakan secara insklusif (bisa juga bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa suayu pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar atau menengah yang disebut dengan istilah Sekolah Luar Biasa (SLB).[5]

C. Pendidikan dan Pembangunan

1. Esensi Pembangunan dan Pembangunan Serta titik Temunya

Menurut faham umum, kata ”pembangunan” lazimnya diasosiasikan dengan pembangunan ekonomi dan industri. Padahal, sebagian bukti yang dialami oleh sebagian negara, menunjukan bahwa kemajuan dibidang ekonomi dan industri yang ditandai oleh kenaikan GNP lalu kenaikan ekspor impor sebagai indikatornya, ternyata tidak membawa kesejahteraan masyarakat. Di sini terlihat bahwa esensi ebangunan bertumpu pada manusianya, bukan pada lingkunganyaseperti perkembangan ekonomi yang telah dikemukakan.

Seperti yang dinyatakan dalam GBHN, hakiat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia. Maksudnya yaitu, manusia dapat terpenuhi hajat hidup jasmaniah dan rohaniah, sebagai mahluk individu, mahluk sosial, mahluk religius agar demikian dapat meningkatkan martabatnya selaku mahluk hidup.[6]

Jika pendidikan dan pembangunan dilihat sebagai suatu garis proses, maka keduanya merupakan suati garis kontinyu yang saling mengisi. Proses pendidikan menempatkan manisia sebagai titik awal, kerena pendidikan bertugas untuk menghasilkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Yaitu agar dapat memenuhi hajat hidup manusia serta mengangkat marabat manusia sebagai mahluk.[7]

2. Sumbangan Pendidikan pada Pembangunan

Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat pada beerapa segi. Yaitu :

a. Segi dan Sasaran Pendidikan

Kita sudah menerti bahwa pendidikan adalah suatu pekerjaan yang didasari atas keniatan atau disengaja. Prof. Dr. Slamet Imam Santoso menyatakan bahwa pendidikan bertujuan menghasilkan manusia yang baik. Menusia yang baik dimanapun berada dan akan memperbaiki lingkungan.

b. Segi Lingkungan Pendidikan

1. Lingkungan Keluarga

Didalm lingkungan keluarga, anak dilatih dengan kebiasaan yang baik, tentang al yang berhubungan dengan kecekatan,kesopanan, dan moral. Disamping itu anak juga ditanakan akan hal-hal yang religius. Kebiasaan baik dan keyakinan penting yang mendarah daging meruakan landasan yang sangat penting dalam membangun pembangunan yang baik.

2. Lingkungan sekolah

Didalam lingkunag sekolah anak dibimbing untuk bisa memperluas bekal yang telah diterima dari lingkungan keluaga yang berupa ilmu pengetahuan. Bekal yang dimaksud adalah bekal dasar, lanjutan, ataupu bekal kerja yang langsung dapat diaplikasikan.

3. Lingkungan Masyarakat

Didalam lingkungan masyarakat, anak memperoleh bekal praktis untuk berbagai jenis pekerjaan, khususna bagi mereka yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal. Dalam bermasyarakat juga anak dapat belajar sendiri dari pengalamannya masing-masng. Misalnya mengikuti organisasi yang ada di masyarakat atau masjid-masjid dan mushola-mushola.

c. Segi jenjang Pendidikan

Jenjag dalam pendidikan secara umum, mempunyai jenjang sendiri sendiri. Tetati inti dari jenjang-jenjang tersebut berupa : pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar, merupakn landasan untuk melanjutkan pada jenjang yang selanjutnya.

Jika pendidikan dasar dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memperoleh hasil yang baik sesuai dengan apa yang dilakukan, maka dalam mengenyam endidikan menengah tidak akan engalami masalah yang sulit. Begitu juga dalam mengenyam pendidikan tinggi.

d. Segi Pembidangan Kerja atau sektor Kehidupan

Pembidangan kerja menrut sektor kahidupan meliputi antara lain : bidang ekonomi, hukum, sosial politik, hukum, perhubungan dan lain sebagainya. Pembangunan sektor kehidupan tersebut dapat diartikan sebagai aktivitas, pembinaan, pegembangan dan pengisian bidang-bidang kerja tersebut agar dapat memenuhu hajat hidup manusia.[8]

3. Pembangunan Sistem Pendidikan Nasianal

Setiap pendidikan selalu berurusan dengan manisia. Kerena hanya manusia yang bisa dididik dan harus selalu dididik. Bisa dikatakan, manusia mengejar kesempurnaan agar dekat dengan kesempuraan. Adalah logis jika sistem pendidikan yang merupakan sarana bagi manusia untuk mengantarkan dirinya menuju kepada kesempurnaan. Sebagian pemikir manusia digambarkan sebagai ”mahluk misteri”. Diri manusia diselubungi oleh segudang teka-teki. Dan teka-teki yang oleh manusia itu tidak pernah di temukan jawabannya secara final.

Selanjutnya persoalan pendidikan juga dapat dilihat sebagai persoala nasional, karena pandidikan berhubungan dengan masa depan bangsa. Kriteria ”kualitas manusia” tentu berubah sesuai dengan tuntutan masyaraka yang berkembang. Untuk dapat menyongsong suasana hidup yang diperlukan itu, maka sistem pendidikan harus berubah. Jika tidak, maka pendidikan sebagai agen perubahan sosial tidak bisa berfungsi sebagaimana fungsinya.[9]

Secara makro, sistem pendidikan meliputibanyak aspek yang satu sma lain bertalian erat. Diantaranya yaitu : apek filosofis dan keilmuan, aspek yuridis dan perundang-undangan, struktur dan kurikulum yang meliputi meteri, metedologi, pendekatan dan rientasi.

Aspek filosofis, keilmuan dan yuridis menjadi landasan bagi butir-butir yang lain, kerena memberikan arah serta mewadahi butir-butir yang lain. Artinya, struktur pendidikan, kurikulum dan yang lainnya itu harus mengacu kepada aspek filosois, keilmuan dan yuridis. Oleh karena itu, perubahan apapun yang terjadi pada steruktur pendidikan, kurikulum dan yang lainnya harus tetap berada dalam wadah filosofis dan yuridis.

Meskipun aspek filosofis itu menjadi landasan, tetapi tidak harus diartikan bahwa setiap terjadi perubahan filosofis dan yuridis harus diikuti dengan perubahab aspek-aspak yang lain itu secara total. Contohnya Undang-undang Pendidikan No.12 Tahun 1954 diubah menjadi Undang-undang No.2 Tahun 1989 tentang Sistem pendidikan Naional, tetapi struktur pendidikan tetap saja seperti yang lalu yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah dan tinggi. Hal yang sama dapat berlangsung meskipun falsafah pendidikan zaman penjajahan berubah sejak mulai kita merdeka dengan falsafah Pancasila.[10]

D. Tokoh-tokoh Penrintis Peradaban

1. Aristoteles (384-322 SM), filsuf paling berpengaruh sepanjang zaman

Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ihwal logika, memperkaya hampir tiap cabang falsafah dan memberi sumbangsi tak terbilang besarnya terhadap ilmu pengetahuan. Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, 384 SM. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato meninggal dunia.

Banyak ide-ide Aristoteles kini sudah ketinggalan jaman. Tetapi yang paling penting dari apa yang pernah dilakukan Aristoteles adalah pendekatan rasional yang senantiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisan-tulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa. Menurut pendapat Aristoteles, alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan, oleh magis, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional.

Dia berada di Athena dua belas tahun, satu masa yang berbarengan dengan karier penaklukan militer Alexander. Alexander tidak minta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi dia berbaik hati menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Mungkin ini merupakan contoh pertama dalam sejarah seorang ilmuwan menerima jumlah dana besar dari pemerintah untuk maksud-maksud penyelidikan dan sekaligus merupakan yang terakhir dalam abad-abad berikutnya.

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya mencengangkan. Empat puluh tujuh karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang-kurang hebatnya.

Yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filosofi yang penting ini. Hal ini sebetulnya berkat sifat logis dari cara berfikir Aristoteles yang memungkinkannya mampu mempersembahkan begitu banyak bidang ilmu. Dia punya bakat mengatur cara berfikir, merumuskan kaidah dan jenis-jenisnya yang kemudian jadi dasar berpikir di banyak bidang ilmu pengetahuan. Aristoteles tak pernah kejeblos ke dalam rawa-rawa mistik ataupun ekstrim. Aristoteles senantiasa bersiteguh mengutarakan pendapat-pendapat praktis. Sudah barang tentu, manusia namanya, dia juga berbuat kesalahan. Tetapi, sungguh menakjubkan sekali betapa sedikitnya kesalahan yang dia bikin dalam ensiklopedi yang begitu luas.

2. Guglielmo Marconi (1874-1937 M), Penemu Radio yang Legendari

Dari keluarga berada, lahirlah Guglielmo Marconi tahun 1874 di Bologna, Itali. Penemu radio ini dapat pendidikan privat dari seorang guru. Tahun 1894 tatkala usianya menginjak dua puluh, Marconi membaca percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Heinrich Hertz beberapa tahun sebelumnya.

Percobaan yang ia baca, secara gamblang mendemonstrasikan adanya gelombang elektromagnetik yang tak tampak oleh mata, bergerak lewat udara dengan kecepatan suara. Kemudian ia mempunyai ide bahwa gelombang ini bisa dimanfaatkan mengirim tanda-tanda melintasi jarak jauh tanpa lewat kawat.

Tahun 1895, hanya setahun kerja keras, Marconi berhasil memprodusir peralatan yang diperlukan. Tahun 1896 ia memperagakan alat penemuannya di Inggris dan memperoleh hak paten pertamanya untuk penemuan ini. Pada tahun 1909 Marconi berhasil meraih Hadiah Nobel untuk penemuannya. Dan pada tahun berikutnya dia berhasil mengirim berita radio dari Irlandia ke Argentina, suatu jarak yang lebih dari 6000 mil.

Selain Marconi menjadi kesohor selaku penemu, jelas pula pengaruhnya tak diragukan dalam hal arti penting radio dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. Marconi tidak menemukan televisi. Tetapi, penemuan radionya merupakan pembuka jalan penting  penemuan televisi, karena itu adalah layak menganggap Marconi punya saham juga dalam pengembangan televisi.

Dia bisa mencapai mobil, kapal di lautan, pesawat yang sedang mengudara, bahkan pesawat ruang angkasa. Jelas merupakan penemuan lebih penting ketimbang tilpun karena berita-berita yang dikirim via tilpun dapat pula dikirim lewat radio, lagi pula pesan-pesan lewat radio dapat dikirim ke tempat-tempat yang tak bisa dicapai tilpun.

3. Alexander Graham Bell (1847-1922 M), penggagas pesawat telepon

Tak seberapa dapat pendidikan formal, tetapi diajar baik oleh keluarganya dan belajar sendiri, begitulah ihwal Alexander Graham Bell penemu tilpun yang dilahirkan tahun 1847 di Edinburg, Skotlandia. Bell pernah ke Boston, negara bagian Massachusetts tahun 1871. Di sanalah pada tahun 1875 dia membuat percobaan-percobaan yang mengarah pada penemuan tilpun. Bell mempertontonkan tilpun di pameran 100 tahun kota Philadelphia.

Bell dan kawan-kawannya, di bulan Juli 1877, mendirikan perusahaan sendiri, nenek moyang dari American Telephone and Telegraph Company sekarang. Tilpun dengan cepat dan besar-besaran mencapai sukses secara komersial. Sakarang ini AT & T merupakan perusahaan bisnis yang terbesar di dunia.

Kendati penemuan tilpun sudah mengorbitkan Bell jadi kaya-raya, dia tak pernah berhenti meneruskan penyelidikannya, dan dia berhasil menemukan lagi pelbagai alat yang berguna walau tidak sepenting tilpun. Minatnya beraneka ragam, tetapi tujuan utamanya adalah menolong orang tuli. Istrinya sendiri tadinya gadis tuli yang dilatihnya sendiri. Empat anak, dua lelaki dua perempuan keluar berkat perkawinan tetapi keempatnya mati muda. Tahun 1882 Bell menjadi warga negara Amerika Serikat, dan wafat tahun 1922.

4. Thomas Alfa Edison (1847-1922 M), penggagas pesawat telepon

Penemu serba bisa Thomas Alva Edison lahir tahun 1847 di kota Milan, Ohio, Amerika Serikat. Cuma tiga tahun dia peroleh pendidikan formal, sesudah itu disepak keluar sekolah karena si guru menganggap anak ini dungu luar biasa. Ciptaan pertamanya, perekam suara elektronik dibikinnya tatkala umurnya dua puluh satu tahun. tak lama sesudah dia berhasil membikin perekam suara elektronik, dia menemukan dan menyempurnakan mesin telegram yang secara otomatis mencetak huruf, yang dijualnya seharga 40.000 dolar, Mungkin penemuannya yang paling asli adalah mesin piringan hitam yang dipatenkannya tahun 1877. tetapi yang paling terkenal di dunia adalah penemuan ola lampu pijar yang prektis tahun 1879.

Dengan berdirinya perusahaan listrik pertama untuk penerangan rumah-rumah, Edison berarti sudah meletakkan dasar bagi perkembangan industri besar. Penggunaan tenaga listrik bukan cuma buat penerangan tetapi untuk seluruh aspek kebutuhan rumah tangga, mulai dari televisi hingga mesin cuci. Lebih jauh lagi, kegunaan tenaga listrik lewat distribusi jaringan-jaringan yang didirikan Edison dengan sendirinya mendorong penggunaan listrik untuk sektor industri.

Edison juga memberi sumbangan besar luar biasa buat perkembangan kamera perfilman serta proyektor. Dia membuat penyempurnaan penting pertilponan (karbon transmiternya meningkatkan kejelasan pendengaran), penyempurnaan di bidang telegram, dan mesin tik. Diantara penemuan lainnya antara lain mesin dikte, mesin kopi dan tempat penyimpanan yang digerakkan baterei. Boleh dibilang, Edison merancang lebih dari 1000 penemuan. Meski secara pembawaan dia bukan seorang ilmuwan murni, Edison membikin satu penemuan ilmiah. Di tahun 1882 dia menemukan bahwa dalam keadaan mendekati hampa udara, arus listrik dapat dialirkan diantara dua kawat yang tidak bersentuhan satu sama lain.

5. Ludwig Van Beethoven (1770-1827 M), raja pencipta musik

Raja di raja pencipta musik Ludwig van Beethoven keluar jadi jabang bayi tahun 1770 di kota Bonn, Jerman. Semasa kanak-kanak sudah tampak jelas bakat musiknya yang luar biasa dan buku musik ciptaannya muncul pertama kali tahun 1783. Beethoven menetap di Wina, Mekkahnya musik waktu itu, selama sisa hidupnya. Rasa musik Beethoven yang tinggi selaku pemain piano mengesankan tiap pendengamya dan dia berhasil baik selaku pemain maupun guru. Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak. Tak pelak lagi gejala ini amat merisaukan si komponis muda. Tuli buat seorang pencipta musik betul-betul suatu malapetaka. Suatu ketika timbul keinginannya mau bunuh diri saja.

Tahun-tahun antara 1802-1815 sering dianggap masa pertengahan karier Beethoven. Pada masa istirahat itu, akibat ketuliannya menghebat, dia mulai mundur dari pergaulan masyarakat. Pada usia empat puluhan Beethoven menjadi seratus persen pekak. Akibatnya, dia tak pernah lagi tampil di muka umum dan semakin menjauhi masyarakat. Hasil karyanya semakin sedikit dan semakin sulit di fahami.Dia pernah bilang kepada seorang kritikus musik, “Ciptaanku ini bukanlah untukmu tetapi untuk masa sesudahmu.”Ini merupakan ironi yang kejam dari sebuah nasib bahwa seorang komponis paling berbakat sepanjang jaman harus tertimpa musibah ketulian semacam itu.

Dia meninggal di Wina tahun 1827 pada usia lima puluh tujuh tahun. Karya Beethoven yang banyak itu termasuk 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi. Tetapi, yang lebih penting dari jumlah ciptaannya adalah segi kualitasnya.

6. Larry Page dan Sergey Brin, penemu google

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ketika mereka masih mahasiswa di Universitas Stanford dan perusahaan ini merupakan perusahaan saham pribadi pada 7 September 1998. Penawaran umum perdananya dimulai pada tanggal 19 Agustus 2004. Sejarah Google. Google dimulai sebagai sebuah proyek pencarian pada Januari 1996 oleh Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa Ph. D. di Universitas Stanford, California. Mereka menghipotesiskan bahwa sebuah mesin pencari yang menganalisa pereratan antara website dapat menghasilkan hasil yang lebih baik daripada teknik yang sudah ada.

Nama “Google” berasal dari ucapan “googol” yang salah, yang merujuk pada 10100 (angka yang itunjukkan oleh 1 yang diikuti oleh seratus nol). Setelah kata ini menjadi ucapan sehari-hari, kata “google”, dimasukkan dalam Merriam Webster Collegiate Dictionary dan Oxford English Dictionary pada 2006, yang berarti “menggunakan mesin pencari Google untuk memperoleh informasi di Internet.” Sebuah paten yang menggambarkan bagian dari mekanisme penilaian Google (Page Rank) disetujui pada 4 September 2001. Paten ini secara resmi ditetapkan oleh Universitas Stanford dan memasukkan nama Lawrence Page sebagai sang pencipta.
Kebiasaan dan budaya perusahaan Google agak dikenal karena kebiasaan kerjanya yang santai, yang mengingatkan kepada musim Dot-com. “Dua puluh persen” waktu semua pengembang Google menyisakan 20% waktu kerja mereka (sehari per minggu) pada proyek yang menarik mereka.

Nama: Lawrence (Larry) Page Lahir: Lansing, Michigan, AS, 26 Maret 1973 Status: Pendiri dan menjabat sebagai Presiden Produk-produk Google Inc Kekayaan bersih: 18,5 miliar dollar AS (2007), nomor lima terkaya di AS bersama Sergey berdasarkan majalah Forbes, Maret 2007 Sekolah: SD, SMP Montessori, Lansing, Michigan.SMA dari East Lansing. Sarjana muda dari University of Michigan bidang teknik computer, gelar maser di Stanford University Penghargaan : Global Leader For Tomorrow dari The World Economic Forum.

Nama: Sergey Brin Lahir: Moskow, Rusia, 21 Agustus 1973. Pada 1979 keluarganya bermigrasi ke Maryland, AS Sekolah: SD, SMP di Paint Branch Montessori School, Adelphi, Maryland. SMA di Eleanor Roosevelt, gelar master dari University of Maryland, bidang matematika. Dia mendapat beasiswa dari National Science Foundation untuk belajar di Stanford University, bidang komputer. Sama seperti Larry, ia meninggalkan program doktor untuk mendalami Google Penghargaan: Januari 2005 ia bersama Larry Page dinominasikan sebagai Young Global Leaders oleh World Economic Forum. Tahun 2007 ia dinyatakan sebaai orang nomor satu dari 50 orang terpenting di bidang web. Istrinya adalah Anne wojcicki, menikah di bahamas pada tahun 2007.

IV. KESIMPULAN

Kata pendidikan berasal dari bahasa yunani. Yaitu Paedagigie yang artinya pergaulan dengan anak-anak. Pendidikan juga mendapatkan makna yang mulia dari beberapa agama. Pendidikan dibagi menjadi beberapa bagia. Yaitu : pendidikan formal, non formal, informal, umum, kejuruan, akademik, provesi, vokasi, agama dan husus.

Peran pendidikan dalam pembangunan salah satu faktornya adalah pendidikan itu sendiri. Jika pembangunan bikatakan berhasil atau maju, berarti pendidikan dapat dikatakan berhasil. Salain itu, pendidikan bertujuan menjadikan manusia dapat memenuhi kebutuhan atau hajatnya. Supaya terangkat harkat martabatnya sebagai mahluk yang sempurna.

Tetapi, perlu kita garis besari, bahwa pendidikan tidak selalu berkaitan dengan sekolah.

 

V. PENUTUP

Demikianlah makalah ini dibuat. Dan pastinya masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak yang mesti dikoreksi. Pemakalah hanyalah manusiabiasa, yang sangat masih punya banya kesalahan. Oleh karena itu, pemakalah memohon kepada pembaca akan kritik dan sarannya yang membangun demi kebaikan bersama dan Semoga apa yang ditulis pleh pemakalah dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

¨         Dr. Maufur dan Dr. Hartitah, Siti, Pengantar Pendidikan, Bandung : CV Bintang Waliartika, 2010

¨         Prof. Dr. Umar Tirtarahadja, Drs. S. L. La Sulo, Pengantar Pendidikan, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2005

¨         Drs. H. Abu Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiati, Ilmu Pendidikan, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003

¨         Tim Pengembagan MKDK, Dasar-dasar Pendidikan, Semarang : IKIP Semarang Pres, 1991

¨         http://people.deas.harvard.edu/~jones/cscie129/nu_lectures/lecture6/marconi/marconi.html

¨         www.media.isnet.org

¨         http://kolom.biografi.blogspot.com/2008/11/biografi-aristoteles-bapak-lmu.html

¨         http://memory.loc.gov/ammem/bellhtml/bellhome.html

¨         http://www.virtualology.com/THOMASALVAEDISON.ORG/

¨         http://sangpenemu.wordpress.com/2009/10/16/larry-page-dan-sergey-brin-penemu-google/


[1] Pengantar pendidikan oleh Drs. Maufur, Dr. Siti Hartinah; hal 33

[2] KBBI oleh Umi Chulsum dan Windi Novia

[3] Pengantar pendidikan oleh Drs. Maufur, Dr. Siti Hartitah; hal 35

[4] Dasar-dasar Pendidikan, IKIP Semarang Pres; hal 2

[5] Pengantar Pendidikan oleh Drs. Maufur, Dr. Siti Hartitah; hal 36

[6] Pengantar pendidikan oleh Prof. Dr. Umar Tirtarahardja. dan Drs. S. L. La Sulo; hal 302

[7] Ibid; hal 304

[8] Ibid; hal 305

[9] Ibid; hal 308

[10] Ibid; hal 309

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: