Kidung Kesendirian

Kidung kesendirian

 

Apa itu sudah cukup? 
Jika belum, teruslah berjalan. 
Jangan mengajak yang lain dan siapapun. 
Jangan menengok kesamping bahkan kebelakang. 
Peganglah lentera itu. 

Apa dia tidak tau? 
Telah meracuni tanaman lain. 
Mencemari lingkungan. 
Menebang pohon seenaknya. 

Lihat roh itu. 
Barang siapa yang menulis padanya adalah terkutuk. 
Roh hanyalah angin. 
Ingatlah, dewa baru mengecam. 
Dan budha masih tersenyum. 

Dia hanya menumpang pada kuda sewaan. 
Punya bulu merak yang meminjam. 
Baju burdah hijau. 
Yang licin seperti lumut. 

Setelah selesai berjalan, temuilah cahaya. Niscaya dia berontak. 
Temui jiwamu. Dan bicaralah. Tanyakan padanya apa yang sudah lalu.

 

                                                                                                                                Brebes, 18 Februari 2012

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: